Masak Sendiri di Jepang: Hemat atau Ribet?
2025-12-22

Masak Sendiri di Jepang: Hemat atau Ribet?
Banyak orang yang baru tinggal atau bekerja di Jepang sering bertanya: lebih baik masak sendiri atau beli makanan jadi?
Di satu sisi, masak sendiri terlihat lebih hemat. Di sisi lain, hidup di Jepang yang serba cepat dan dapur kecil bikin masak terasa ribet.
Jadi… mana yang sebenarnya lebih masuk akal?
Kenapa Banyak Orang Masak Sendiri di Jepang?
- Alasan Utama: Hemat
Harga makan di luar di Jepang memang tidak selalu mahal, tapi kalau dilakukan setiap hari, tetap terasa.
Contoh:
-
Bento murah: ¥400–600
-
Ramen sederhana: ¥700–900
-
Makan rutin 2–3 kali sehari → cepat bocor
Masak sendiri bisa menekan biaya harian, terutama untuk makan malam.
- Bisa Atur Rasa & Porsi
Banyak pekerja asing:
-
kurang cocok dengan rasa makanan Jepang
-
merasa porsinya kecil
-
ingin makanan pedas atau berbumbu kuat
Masak sendiri jadi solusi paling aman.
- Lebih Sehat
Dengan masak sendiri, kamu bisa:
-
mengurangi garam
-
memilih bahan segar
-
menghindari gorengan berlebihan
Ini penting karena banyak makanan instan Jepang tinggi sodium.
Kenapa Masak Sendiri Terasa Ribet di Jepang?
- Dapur Kecil
Banyak apartemen Jepang punya:
-
dapur sempit
-
kompor 1–2 tungku
-
ruang potong terbatas
Bikin masak lama dan tidak nyaman.
- Bahan Makanan Bisa Mahal
Tidak semua bahan murah:
-
daging impor
-
bumbu Asia Tenggara
-
cabai segar
-
rempah-rempah
Kalau tidak pintar pilih toko, masak bisa jadi tidak hemat.
- Waktu & Energi Terbatas
Setelah kerja seharian:
-
capek
-
lembur
-
pulang malam
Masak sering terasa seperti beban tambahan.
Masak Sendiri vs Makan di Luar (Perbandingan Realistis)
| Aspek | Masak Sendiri | Makan di Luar |
|---|---|---|
| Biaya | Lebih hemat | Lebih mahal |
| Waktu | Lebih lama | Cepat |
| Rasa | Bisa diatur | Terbatas |
| Sehat | Lebih sehat | Tergantung |
| Capek | Ya | Tidak |
| Fleksibel | Sedang | Tinggi |
Kapan Masak Sendiri Lebih Masuk Akal?
Masak sendiri lebih realistis kalau:
-
kamu tinggal lama
-
ingin menabung
-
kerja shift tetap
-
punya hari libur
-
suka masak sederhana
-
tidak keberatan meal prep
Kapan Lebih Baik Tidak Masak?
Lebih baik beli kalau:
-
pulang kerja larut
-
lembur
-
badan sangat capek
-
dapur tidak layak
-
cuma tinggal sementara
Jepang punya banyak opsi makanan siap makan yang kualitasnya cukup baik.
Strategi Paling Realistis: Gabungan Keduanya
Banyak pekerja asing akhirnya memilih jalan tengah:
-
Masak 2–4 kali seminggu
-
Beli bento / konbini di hari sibuk
-
Meal prep di hari libur
-
Masak menu simpel (1 panci)
Ini menjaga:
-
dompet aman
-
energi tidak terkuras
-
mental tetap sehat
Tips Masak Hemat di Jepang
-
Belanja malam hari (diskon 20–50%)
-
Gunakan frozen food
-
Beli di gyomu super / discount store
-
Masak menu simpel: tumis, sup, rice bowl
-
Invest di rice cooker & pan bagus
-
Jangan terlalu idealis
Masak sendiri di Jepang memang lebih hemat, tapi tidak selalu praktis. Sebaliknya, beli makanan jadi lebih nyaman, tapi bisa menguras uang kalau dilakukan terus-menerus.
Pilihan paling realistis bukan ekstrem, tapi *fleksibel. Masak saat bisa, beli saat capek.
Hidup di Jepang bukan soal sempurna — tapi soal bertahan dengan waras dan cukup uang.