Apa Itu Honne dan Tatemae? Cara Orang Jepang Menyampaikan Pendapat
2025-11-28

Apa Itu Honne dan Tatemae? Cara Orang Jepang Menyampaikan Pendapat
Ketika kamu bekerja atau tinggal di Jepang, salah satu hal yang paling membingungkan adalah cara mereka menyampaikan pendapat. Orang Jepang dikenal ramah, sopan, dan tidak langsung menolak. Tapi bukan berarti mereka selalu jujur secara emosional.
Di sinilah konsep Honne (本音) dan Tatemae (建前) muncul.
Apa Itu Honne?
Honne adalah:
-
perasaan asli
-
pendapat pribadi
-
apa yang benar-benar dipikirkan seseorang
Honne biasanya hanya ditunjukkan kepada orang yang sangat dekat atau dalam situasi aman, seperti:
-
keluarga
-
sahabat
-
teman minum
-
lingkungan yang sangat dipercaya
Contoh honne:
“Aku capek banget sama kerjaan.” “Sebenarnya aku tidak suka cara bos memimpin.”
Tapi kalimat-kalimat seperti ini jarang diucapkan di depan umum.
Apa Itu Tatemae?
Tatemae adalah:
wajah publik
ucapan formal
cara berbicara yang sesuai dengan norma sosial
cara menghindari konflik
Tatemae digunakan untuk menjaga keharmonisan (wa) dan supaya semua orang merasa nyaman.
Contoh tatemae:
“Saya akan pertimbangkan dulu ya.” → sebenarnya menolak.
“Masalahnya kecil kok.” → sebenarnya cukup serius.
“Tidak apa-apa.” → sebenarnya keberatan.
Tatemae bukan kebohongan, tapi komunikasi yang disesuaikan dengan situasi.
Kenapa Honne dan Tatemae Penting dalam Budaya Jepang?
- Menjaga Harmoni (和 / Wa)
Orang Jepang menghindari konfrontasi langsung. Lebih baik mengalir dengan keadaan daripada menciptakan konflik.
- Menghargai Perasaan Orang Lain
Tatemae digunakan supaya lawan bicara tidak tersinggung atau merasa salah.
- Menjaga Kelancaran Kerja Tim
Dalam dunia kerja Jepang, kelancaran hubungan lebih penting daripada opini pribadi.
- Bentuk Kesopanan
Bagi orang Jepang, menahan pendapat (honne) adalah sopan, bukan memalsukan diri
Contoh Honne vs Tatemae di Dunia Kerja Jepang
- Menolak Tugas
- Tatemae:
“Wah, sepertinya akan sulit, tapi saya akan coba.”
- Honne:
“Saya tidak mau dan waktunya tidak cukup.”
- Mengkritik Atasan
Tatemae: “Mungkin kita bisa mempertimbangkan alternatif lain.”
Honne: “Ide ini tidak efektif.”
- Undangan Setelah Kerja
Tatemae: “Nanti saya lihat jadwalnya ya.”
Honne: “Aku ingin pulang dan istirahat.”
Apakah Ini Berarti Orang Jepang Tidak Jujur?
Tidak. Honne dan tatemae bukan tentang jujur atau tidak jujur, tapi tentang cara berkomunikasi yang sesuai konteks budaya.
Di Jepang, mengatakan kebenaran secara langsung bisa dianggap:
-
kasar
-
tidak sopan
-
merusak suasana
-
tidak mempertimbangkan perasaan orang lain
Dalam budaya mereka, menjaga keharmonisan lebih penting daripada menunjukkan opini asli setiap saat.
Tips untuk Orang Asing: Cara Menghadapi Honne dan Tatemae
- Jangan Terlalu Literal
Kalimat seperti “akan dipertimbangkan” sering berarti tidak. Perhatikan nada, ekspresi, dan konteks.
- Belajar Membaca Situasi (Situational Awareness)
Orang Jepang sering menyampaikan “tidak” dengan bahasa lembut:
-
chotto… (agak…)
-
muzukashii (sulit)
-
kento shimasu (saya pikirkan dulu)
Ini adalah kode halus, bukan janji.
- Jangan Memaksa Jawaban Langsung
Tanya dengan cara lebih lembut:
“Kalau tidak memungkinkan, tidak apa-apa ya.”
- Bangun Kepercayaan
Semakin dekat hubunganmu dengan seseorang, semakin sering ia menunjukkan honne.
- Ikut Gunakan Tatemae
Bukan berarti munafik. Ini bentuk adaptasi dan kesopanan.
Honne dan tatemae adalah dua sisi penting dalam cara komunikasi orang Jepang. Memahaminya akan membantu kamu:
-
menghindari salah paham
-
bekerja lebih lancar
-
menjalin hubungan lebih mulus
-
membaca isyarat yang tidak diucapkan secara langsung
Jika ingin sukses bekerja dan hidup di Jepang, belajar membaca perbedaan keduanya adalah salah satu skill paling penting.