Apakah Gaji Minimum di Jepang Masih Menarik di 2025: Prefektur Mana yang “Paling Untung”?
2025-11-24

Apakah Gaji Minimum di Jepang Masih Menarik di2025: Prefektur Mana yang "Paling Untung"?
Gambaran Umum Kenaikan Minimum Wage Jepang 2025
- Untuk tahun fiskal 2025, rata-rata upah minimum nasional Jepang diusulkan meningkat ±63 yen/jam, dari ¥1.055 menjadi sekitar ¥1.118.
- Data yang dihimpun oleh JILPT menyebut bahwa kenaikan ini menjadikan rata-rata minimum wage di seluruh prefektur menjadi ¥1.121 per jam setelah penyesuain.
- Semua prefektur diperkirakan akan memimiliki upah minimun di atas ¥1.000/jam setelah kenaikan.
Prefektur dengan Minimun Wage Tertinggi di 2025
Beberapa prefektur "paling untung" dalam konteks upah minimum karena kenaikan signifikan atau sudah berada di level tinggi:
| Prefektur | Minimum Wage Per Jam (2025) |
|---|---|
| Tokyo | ¥1.226— ini adalah salah satu angka minimum wage tertinggi di Jepang. |
| Kanagawa | ¥1.225 — sangat dekat dengan Tokyo |
| Osaka | Sekitar ¥1.177 menurut HR Management. |
| Saitama | ¥1.141 per jam. |
| Chiba | ¥1.140 per jam. |
Prefektur dengan Minimun Wage Lebih Rendah (Tapi Tetap Menguntungkan karena Kenaikan)
Beberapa prefektur yang semula memiliki minimum wage lebih rendah sekarang mendapat kenaikan cukup signifikan, membuat mereka lebih kompetitif:
- 高知 (Kochi) dan 沖縄 (Okinawa) adalah dua prefektur dengan minimun wage yang "terendah" setelah kenaikan, yaitu sekitar ¥1.023/jam.
- 秋田 (Akita) juga menjadi contoh prefektur yang dulu memiliki minimum wage rendah dan kemudian naik.
Kenapa Beberapa Prefektur "Lebih Untung"?
Ada beberapa faktor mengapa prefektur seperti Tokyo, Kanagawa, dan Osaka bisa dianggap "paling untung" dari kenaikan minimum wage:
- Tingkat Kenaikan Proporsional Tinggi
Karena target kenaikan nasional cukup besar, prefektur padat penduduk dan ekonomi maju mendapat guideline kenaikan yang cukup besar.
- Daya Tarik Pekerjaan
Kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka punya banyak lowongan kerja, dan upah minimum yang tinggi bisa menarik pekerja, terutama pekerja muda dan asing.
- Biaya Hidup Lebih Tinggi
Prefektur besar biasanya punya biaya hidup lebih tinggi (sewa, transportasi, dll), jadi upah minimum yang lebih tinggi membantu memenuhi beban biaya ini.
- Upaya Mengurangi Ketimpangan Wilayah
Menurut laporan, kenaikan minimum wage di prefektur yang ekonominya lebih lemah juga cukup besar sebagai bagian dari upaya mengurangi kesenjangan ekonomi antar wilayah.
Tantangan dan Catatan Penting
-
Meskipun minimum wage naik, harga barang dan inflasi tetap tinggi — jadi kenaikan upah belum tentu "cukup" untuk semua pekerja.
-
Bagi pengusaha kecil atau bisnis lokal, kenaikan upah bisa menekan margin keuntungan.
-
Tidak semua pekerjaan menggunakan "minimum wage lokal" — beberapa pekerjaan spesifik industri bisa pakai upah berbeda.
-
Nilai "minimum wage"hanya menjamin standar sangat dasar, banyak pekerja part-time (arubaito) atau pekerja kontrak tetap butuh penghasilan lebih tinggi tergantung jam kerja dan beban kerja.
-
Di 2025, gaji minimum di Jepang naik cukup signifikan dan menjadikan rata-rata nasional ¥1.121/jam.
-
Prefektur seperti Tokyo, Kanagawa, dan Osaka adalah beberapa wilayah yang paling diuntungkan karena kenaikan dan level minimum wage yang tinggi
-
Tapi "untung" di sini relatif: pekerja di kota besar mendapat upah minimum tinggi, tapi juga menghadapi biaya hidup yang besar.
-
Sementara itu, prefektur dengan upah minimum lebih rendah juga meningkat, yang menunjukkan usaha untuk menyamakan kesempatan ekonomi di seluruh Jepang.